Internasional

Trump Tabuh Genderang Perang Lawan NATO: “Hanya Macan Kertas!”

Bagikan

Washington, Solidaritas – Donald Trump kembali “mengamuk”. Presiden AS ini meluncurkan serangan verbal mematikan yang menggoyang fondasi aliansi pertahanan Atlantik Utara (NATO). Kali ini, ia tak lagi sekadar menggertak soal anggaran, tapi terang-terangan bicara soal pintu keluar.
Dalam wawancara blak-blakan dengan TIME, Trump mengaku sudah muak. Pemicunya? Keengganan negara-negara sekutu untuk “pasang badan” membantu AS dalam konflik dengan Iran.
“Oh ya, ini sudah jauh melampaui tahap pertimbangan ulang. Saya tidak pernah benar-benar terkesan dengan NATO,” cetus Trump dengan nada dingin. Tak berhenti di situ, ia melontarkan ejekan pedas: “Saya selalu tahu mereka itu cuma macan kertas. Dan asal tahu saja, Putin pun menyadari hal itu.”
Ketegangan ini sejatinya memuncak sejak pertengahan Maret. Kala itu, Trump melempar peringatan keras bahwa masa depan negara-negara NATO bakal “suram” jika mereka terus berpangku tangan melihat kacaunya keamanan di Selat Hormuz—jalur nadi minyak dunia.
Namun, alih-alih mengirim kapal perang, negara-negara Eropa justru memilih bermain aman dan bersikap hati-hati. Bagi Trump, sikap “cari selamat” ini adalah bukti nyata lemahnya komitmen sekutu. Ia menegaskan bahwa permintaannya sebenarnya hanyalah tes ombak untuk menguji nyali anggota NATO.

Bicara kepada The Telegraph, Trump menumpahkan rasa frustrasinya atas beban finansial dan militer yang dianggapnya tidak adil. Ia mencontohkan bagaimana AS selalu jadi yang terdepan, bahkan untuk urusan yang secara geografis bukan masalah mereka, seperti Ukraina.
“Kami selalu ada untuk mereka secara otomatis. Padahal Ukraina bukan masalah kami,” keluhnya.
“Ini soal komitmen. Kami selalu membantu mereka, tapi mereka? Mereka tidak melakukan hal yang sama untuk kami,” tegasnya.
Ancaman “cabut” dari Trump ini bak petir di siang bolong bagi hubungan Transatlantik. Selama lebih dari tujuh dekade, NATO adalah perisai utama dunia melawan dominasi Rusia. Jika penyokong dana dan kekuatan utama seperti AS benar-benar angkat kaki, struktur pertahanan global dipastikan runtuh.
Eropa kini berada di persimpangan jalan: terus berharap pada AS yang mulai abai, atau terpaksa merogoh kocek dalam-dalam demi membangun benteng pertahanan mereka sendiri dari nol. Red

Bagikan

Related Posts