Samarinda, Solidaritas-Aksi penyerangan bersenjata tajam menggemparkan warga di kawasan Jalan Gajah Mada, Samarinda, pada Rabu (1/4) malam. Dua pria dilaporkan mengalami luka serius setelah diserang oleh dua orang tak dikenal di halaman sebuah gedung sekitar pukul 19.50 WITA.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi penganiayaan tersebut sempat terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut kini telah diamankan pihak kepolisian sebagai barang bukti penyelidikan.
Saksi mata di lapangan menyebutkan bahwa sebelum penyerangan terjadi, kedua pelaku datang membawa senjata tajam sembari berteriak menantang korban untuk keluar dari gedung. Tak lama berselang, keributan pecah dan berujung pada aksi pembacokan.
Zidan (24), seorang juru parkir di lokasi kejadian, menuturkan bahwa situasi berubah sangat cepat dari adu mulut hingga terjadi penyerangan brutal.
“Awalnya ribut-ribut, lalu dua orang datang membawa parang dan langsung menyerang,” ujar Zidan saat ditemui di lokasi. Menurutnya, kedua korban menderita luka di beberapa bagian tubuh. “Dua-duanya kena. Ada yang luka di kepala, ada juga yang di tangan dan kaki,” tambahnya.
Meski identitas pasti korban belum dirilis resmi, warga di sekitar lokasi mengenali korban dengan nama Wawan dan rekannya, Iman.
Merespons laporan warga, anggota Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi, segera meluncur ke lokasi untuk mengamankan situasi.
“Setibanya di TKP, kami menemukan dua korban dalam kondisi terluka dan langsung mengevakuasi mereka ke rumah sakit,” jelas Aiptu Joko.
Kedua korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di IGD Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda akibat luka robek yang cukup parah. “Satu korban luka di tangan dan kaki. Kami pastikan keduanya adalah korban, bukan pelaku,” tegasnya.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa pelaku berjumlah dua orang dan saat ini masih dalam pengejaran. Tim penyidik juga tengah mendalami rekaman CCTV untuk mengungkap identitas para pelaku.
“Pelaku masih kami buru. Rekaman CCTV sedang dipelajari secara mendalam untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Joko. Red









