Samarinda, Solidaritas – Dedikasi tinggi relawan pemadam kebakaran di Samarinda kembali dibayar mahal dengan keselamatan nyawa. Seorang anggota relawan Damkar Destana Makroman kini harus berjuang melewati masa kritis di ruang ICU RSUD AW Sjahranie setelah dipatuk ular kobra saat bertugas, Sabtu (28/3/2026).
Insiden ini bermula saat tim menerima laporan evakuasi ular berbisa yang meresahkan warga. Namun, evakuasi yang semula berjalan prosedural berubah menjadi mencekam ketika sang reptil menyerang. Tak hanya satu korban, satu relawan lainnya juga dilaporkan terkena semburan bisa (venom) kobra dalam proses yang sama. Keduanya kini menjalani perawatan intensif.
“Untuk sekarang anggota kami sedang di ruang ICU, minta doanya teman-teman,” tulis akun resmi Destana Makroman dalam unggahan penuh haru, Minggu (29/3/2026).
Suasana di depan rumah sakit pun tampak emosional. Puluhan rekan sesama relawan damkar bersama aparat kepolisian tampak berjaga dan bersiaga, menunggu kabar baik dari balik pintu ruang perawatan. Doa-doa dipanjatkan agar rekan mereka bisa kembali berdiri gagah di baris depan pemadaman api.
Kabar ini rupanya sampai ke telinga publik figur pecinta reptil nasional, Panji Petualang. Lewat media sosialnya, Panji mengirimkan dukungan moril. “Bismillah segera pulih untuk sahabatku di sana,” tulisnya.
Tak sekadar memberi semangat, Panji juga turun tangan memberikan panduan teknis penanganan gigitan kobra melalui komunikasi langsung dengan petugas Damkar Samarinda. Berbekal pengalamannya, ia menekankan pentingnya ketenangan agar racun tidak cepat menyebar ke seluruh tubuh.
Lebih jauh, Panji menyuarakan keresahannya terkait perlindungan petugas di lapangan. Ia mendorong adanya gerakan nasional agar setiap unit pemadam kebakaran di Indonesia memiliki stok Serum Anti Bisa Ular (SABU) sebagai standar pertolongan pertama.
“Aku ingin kerja sama dengan pemadam se-Indonesia agar bisa stok serum untuk masing-masing daerah,” ungkap Panji saat berkomunikasi dengan Hery, salah satu petugas Damkar Samarinda.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi warga Kota Tepian bahwa tugas relawan damkar jauh melampaui urusan memadamkan jago merah. Mereka adalah garda terdepan yang mempertaruhkan nyawa menghadapi segala risiko, termasuk ancaman maut dari hewan berbisa, demi rasa aman masyarakat.
Kini, dukungan dan doa terus mengalir deras dari netizen Samarinda di jagat maya, berharap sang “pahlawan tanpa tanda jasa” ini segera pulih dan kembali pulang. Red









