Samarinda, Solidaritas – Riuh rendah suara mesin bus di Terminal Sungai Kunjang, Rabu (18/3) siang , terasa berbeda. Ada binar bahagia di mata para penumpang yang bersiap naik ke atas armada. siang itu, bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan perwujudan mimpi untuk berkumpul bersama keluarga di hari kemenangan Idul Fitri 1447 H tanpa harus memikirkan biaya.
Polresta Samarinda kembali menyentuh hati warganya melalui program Mudik Gratis. Sebanyak 152 penumpang beruntung dilepas langsung oleh Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, untuk menempuh rute menuju Balikpapan.
“Ini adalah bentuk kebersamaan kami. Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya sampai ke tujuan, tapi juga merasa aman, nyaman, dan bahagia selama di perjalanan,” ujar Kombes Pol Hendri Umar dengan nada penuh empati saat melepas armada.
Para penumpang lanjut Hendri tidak saja tujuan Balikpapan, namun ada juga para penumpang yang akan berpergian ke luar Kaltim seperti ke pulau Jawa dan Sulawesi.
“Tadi saya tanya ada beberap apenumpang yang tujuan ke bandara Sepinggan Balikpapan dan Pelabuhan Semayang , mereka akan pulang kampung ke kampung halamanya mereka di luar pulau Kalimantan,” jelas Hendri.
Di balik layanan tanpa biaya ini, ada standar keamanan ketat yang disiapkan secara “keroyokan” oleh Polresta Samarinda, Dinas Perhubungan, dan Jasa Raharja. Sebelum bus bergerak, petugas tak hanya memeriksa kelayakan mesin, tetapi juga menyapa dan mengecek kondisi fisik para penumpang satu per satu.
Bagi polisi, keselamatan adalah harga mati. Itulah mengapa Satlantas Polresta Samarinda memberikan pengawalan khusus di sepanjang rute untuk memastikan perjalanan bebas hambatan.
Sembari melepas para pemudik, Polresta Samarinda juga memastikan “benteng” keamanan kota tetap kokoh. Sebanyak 1.202 personel gabungan dari Polri, TNI, hingga Satpol PP telah disiagakan di 10 titik posko strategis. Mulai dari Pos Pelayanan di pusat keramaian hingga Pos Terpadu di pintu masuk kota, semua disiapkan agar warga yang mudik maupun yang tetap tinggal di Samarinda merasa tenang.
Program mudik gratis ini menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk persiapan Lebaran, kepedulian sosial tetap menjadi bumbu paling manis. Bagi 152 penumpang malam itu, bus-bus tersebut bukan sekadar kendaraan, melainkan jembatan rindu yang membawa mereka pulang ke pelukan keluarga dengan rasa aman.
Sementara itu Ratna penumpang bus Tujuan Balikpapan mengaku terkejut saat menaiki bus tiba tiba di katakan gratis oleh kondektur.
“Saya kira main main , ternyata ada polisi yang bilang bahwa semuanya sudah dibayar sehingga para penumpang bisa pulang ke Balikpapan tanpa harus membayar, ya saya senang ,” kata Ratna. Red









