Samarinda, Solidaritas – Suasana di depan gerbang Kantor Gubernur Kalimantan Timur mendadak mencekam pada Kamis siang (12/3). Niat hati mendapatkan paket takjil gratis dalam program “Gratispol” Pemprov Kaltim, ribuan warga Samarinda justru harus bertaruh nyawa di bawah terik matahari yang menyengat.
Pantauan di lapangan, massa sudah menyemut sejak pukul 11.00 WITA, padahal pembagian baru dimulai setelah ashar. Akibat antrean yang mengular dan kondisi fisik yang terkuras, sejumlah warga dilaporkan pingsan akibat kelelahan dan dehidrasi akut.
Ketegangan memuncak saat seorang manula tiba-tiba ambruk di tengah kerumunan saat menunggu pagar kantor dibuka. Tim medis dari RSJ Atma Husada yang bersiaga di lokasi langsung bergerak cepat memberikan pertolongan darurat.
Tak hanya lansia, drama memilukan menimpa Toni, seorang warga Samarinda Seberang. Meski dalam kondisi menderita stroke ringan, mantan driver ojek online ini nekat ikut mengantre sejak jam 11 siang demi sepaket takjil. Naas, kondisi tubuhnya tak sanggup menahan panas ekstrem hingga ia jatuh pingsan dan harus dilarikan ke mobil ambulans.
“Tadi mau jalan tiba-tiba limbung. Terpaksa duduk dulu, eh langsung rebah (pingsan),” kata Toni dengan suara lemah saat dirawat di ambulans.
Program yang berlangsung sejak 8 hingga 12 Maret ini merupakan kolaborasi Pemprov Kaltim dengan pihak swasta dan pada Rabu (11/3/2026) Dinas ESDM Kaltim berkerjas aama dengan Forum Perusahaan Tambang Batu Bara (PPM Minerba). Sebanyak 2.200 paket dibagikan kepada warga, termasuk anak-anak yang terselip di antara desakan orang dewasa.
Meskipun memakan korban pingsan, warga lain seperti Nenek Ira tetap merasa bersyukur meski harus “menyiksa diri” menunggu sejak jam 10 pagi. “Capeknya kita di sini dari jam 10, tapi ya alhamdulillah dapat,” cetusnya.
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Erwanto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini murni kontribusi sukarela dari mitra perusahaan tambang.
“Kalau ada yang tidak menyumbang ya tidak dipaksakan. Ini dikelola internal Forum PPM. Dari sekitar 300 perusahaan, baru 17 yang bergabung. Kita ajak mereka untuk berbagi di bulan Ramadhan ini,” jelas Bambang.
Senada dengan hal itu, Muslim Gunawan selaku Ketua Forum PPM Minerba Kaltim menyebut aksi ini sebagai ajang branding sekaligus kepedulian sosial, meski lokasi pembagian berada di luar wilayah operasional utama (Ring 1) perusahaan-perusahaan tambang tersebut.
Insiden tumbangnya sejumlah warga menjadi tamparan keras bagi panitia penyelenggara. Antusiasme tinggi masyarakat terhadap program “Gratispol” ini diharapkan tidak lagi dibayar dengan jatuhnya korban di kemudian hari.
Pola antrean dan waktu pembagian menjadi catatan merah agar niat suci berbagi tidak berubah menjadi petaka bagi warga yang membutuhkan. Red








