Samarinda, Solidaritas – Suasana Ramadan di Kota Tepian tahun ini dipastikan tetap tenang namun tetap memberi ruang bagi para atlet.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, kembali mempertegas aturan main bagi operasional rumah biliar selama bulan suci. Bukan lagi sekadar tempat nongkrong, biliar di Samarinda kini diarahkan sepenuhnya sebagai arena olahraga prestasi.
Andi Harun menegaskan bahwa tidak semua rumah biliar bisa membuka pintunya selama Ramadan 2026. Hanya mereka yang mengantongi rekomendasi resmi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Samarinda yang diizinkan beroperasi.
“Izin ini diberikan karena biliar adalah cabang olahraga. Fokusnya jelas: untuk atlet yang sedang mengasah kemampuan demi kejuaraan, bukan sebagai hiburan malam yang abai terhadap kesucian bulan Ramadan,” ujar Andi Harun.
Kebijakan ini diambil untuk menyeimbangkan dua hal penting: menjaga kekhusyukan warga dalam beribadah serta memastikan denyut nadi pembinaan atlet tidak terhenti. Melalui koordinasi dengan POBSI Samarinda, Dispora akan memfilter tempat mana saja yang layak menyandang status sebagai wadah latihan atlet.
Bagi tempat yang telah mengantongi izin, batasan waktu menjadi harga mati. Operasional dibatasi mulai pukul 09.00 hingga 23.00 WITA. Tak ada ruang untuk pelanggaran; Andi Harun memperingatkan sanksi tegas mulai dari penutupan sementara hingga pencabutan izin usaha secara permanen jika ditemukan penyalahgunaan.
Surat Edaran ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan bentuk komitmen pemerintah kota dalam merawat toleransi dan ketertiban umum. Dengan regulasi ini, diharapkan para atlet tetap bisa berlatih mengejar mimpi, sementara masyarakat luas dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa gangguan kebisingan. Red








