Samarinda, Solidaritas- Suasana khidmat menyelimuti prosesi pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda, Jumat (27/2/2026) kemarin. Di tangan Wali Kota Andi Harun, gerbong mutasi kembali bergerak sebagai bagian dari strategi penyegaran organisasi dan penerapan manajemen birokrasi modern yang berbasis kinerja.
Langkah ini bukan sekadar rotasi rutin. Menurut Andi Harun, pergeseran jabatan adalah instrumen vital agar performa pemerintahan tetap berada di level optimal. Ia menekankan bahwa sistem manajemen baru yang tengah dibangun bertujuan agar setiap promosi dan mutasi berjalan lebih terukur.
“Kita terus berusaha menjalankan sistem manajemen baru. Ini bukan hanya soal posisi, tapi bagaimana organisasi tetap segar dan lincah dalam melayani masyarakat,” ungkap Andi Harun.
Beberapa nama senior kini mengemban amanah baru dengan tantangan yang berbeda. H. Ananta Fathurrozi, yang telah tujuh tahun lamanya mengawal perencanaan kota di Bapperida, kini dipercaya menjadi “penjaga gawang” keuangan daerah sebagai Kepala BPKAD. Pengalamannya yang matang di bidang perencanaan diharapkan mampu memperkuat stabilitas fiskal Samarinda.
Sementara itu, Desy Damayanti beralih peran. Setelah berkutat dengan infrastruktur di Dinas PUPR, kini ia ditugaskan memimpin Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Langkah ini diambil untuk memberikan cakrawala baru bagi sang pejabat dalam pengabdiannya sebagai ASN.
Di posisi lain, Ir. Agus Tri Sutanto kini menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan setelah sebelumnya bertugas sebagai Sekretaris DPRD.
Meski pelantikan telah dilakukan, kursi pimpinan di Pemkot Samarinda belum sepenuhnya terisi. Posisi krusial seperti Asisten I dan beberapa kepala dinas masih lowong. Untuk mengisi kekosongan tersebut, Andi Harun memberi sinyal akan segera membuka mekanisme shelter atau lelang jabatan secara terbuka dan transparan.
Fokus utama kini tertuju pada jabatan Sekretaris Daerah (Sekda). Mengingat masa tugas Sekda saat ini akan berakhir pada penghujung Maret, proses seleksi akan segera dipacu.
“Targetnya, per 1 April 2026, Samarinda sudah memiliki Sekda definitif yang baru melalui mekanisme lelang,” pungkasnya optimis. Red









